MENGGANTI KIPAS PROCESSOR KOMPUTER

(credit to learntheworld.wordpress.com)


Sungguh sangat tidak mengenakkan jika kita sedang asik-asiknya menggunakan komputer tiba-tiba komputer tersebut mati. Padahal peralatan elektronik yang lain masih menyala, listrik juga masih tetap mengalir.

Jikapun tegangan listrik tidak stabil bahkan hingga listrik padam, kita sudah mengantisipasinya dengan menggunakan stabiliser dan UPS, sehingga bila listrik padam kita masih mempunyai cukup waktu untuk mematikan komputer dengan prosedur yang benar.
Pasti ada yang tidak beres dengan komputer kita sehingga komputer tersebut tiba-tiba mati. Kita buka casing komputer dan mulai cek satu per satu komponen yang ada.

Prosedur pengecekan komponen pun dilakukan. Yang pertama dilakukan adalah tes power supply. Semua tegangan yang dihasilkan masih normal. Kemudian pembersihan memori, pembersihan debu-debu yang ada di motherboard dan merapikan kabel-kabel yang ada.
Setelah semua komponen dibersihkan, kita pasang semua komponen kembali. Setelah itu kita nyalakan lagi komputernya. Dari proses booting hingga masuk ke sistem operasi yang ada, semuanya berjalan dengan normal. Setelah ditunggu beberapa saat, komputer tersebut mati. Dan penyebabnya adalah kipas processor tersebut tidak lagi berputar.
Matinya kipas processor tersebut menyebabkan processor menjadi overheating / kepanasan. Kipas processor ini mempunyai peranan penting untuk membuang panas yang dihasilkan oleh processor saat bekerja agar tetap pada suhu aman untuk melakukan kerjanya. Jika processor mengalami overheat, secara otomatis komputer akan mati. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan processor menjadi rusak dan merusak komponen yang lain.
Ada banyak sekali jenis kipas processor yang beredar di pasaran saat ini. Mulai dari yang hanya menggunakan heatsink biasa dengan kipas hingga yang berteknologi canggih seperti buatan dari produsen Thermaltake maupun Artic Cooling.
Secara umum, kipas processor yang ada dibuat berdasarkan jenis soket processor, yaitu Intel Socket LGA 1366, Intel Socket LGA 775, Intel Socket 478, AMD Socket AM2/AM2+, AMD Socket 754/939/940, dan AMD Socket A (462).
Untuk mengganti kipas processor ini sangatlah mudah karena pada umumnya pemasangan kipas processor hanya menggunakan sistem pin/penjepit agar dapat terpasang dengan baik ke processor.
Pada kasus kali ini kita akan mengganti kipas processor jenis Intel Socket LGA 775. Sebelum mengganti kipas processor ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Yang pertama tentunya kipas processor pengganti, pasta silikon / thermal paste, tissu atau kain lap lembut, dan obeng minus (-).
Setelah semua peralatan lengkap, lepaskan kipas processor yang lama dengan membuka pin pengunci menggunakan obeng minus searah dengan jarum jam. Lakukan kepada semua pin pengunci yang ada. Lepaskan kipas processor secara hati-hati dan jangan lupa untuk mencabut kabel power kipas yang terpasang pada motherboard.
Lakukan pembersihan sisa pasta silikon yang ada di badan processor dengan menggunakan tissu atau kain lap kering. Bersihkan juga bagian bawah kipas processor yang akan kita pasang, kemudian oleskan pasta silikon sebesar 2 biji beras dan ratakan pada permukannya. Setelah rata, pasang kipas baru tersebut.
Letakkan pin pengunci sesuai dengan lubang yang ada pada motherboard. Untuk mengunci pin, kita cukup menekan pin pengunci yang ada sampai terdengar bunyi ‘klik’. Pastikan semua pin pengunci terpasang dengan benar dan kipas tidak goyah. Jangan lupa untuk memasang kabel power kipas pada motherboard.
Setelah kipas terpasang, nyalakan komputer untuk tes yang terakhir. Dengan mengganti kipas processor yang telah rusak, komputer Anda dapat bekerja dengan normal kembali karena tidak lagi terjadi overheating pada processor.
Tips memilih kipas processor :
  1. Pastikan Anda membeli kipas processor sesuai dengan socket processor Anda.
  2. Perhatikan juga konsumsi daya yang terpakai pada kipas processor.
  3. Pilih bahan heatsink yang dapat menghantarkan panas dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar